Domo-kun Cute Nanda Verafa Blog: Sejarah Candi Borobudur - Nanda Verafa Blog

Sabtu, 01 September 2012

Sejarah Candi Borobudur - Nanda Verafa Blog



Sejarah Candi Borobudur


Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini.Salah satunya menyatakan bahwa
Nama candi ini kemungkinan berasal dari kata  Sambharabhudhara , yang artinya”gunung”
(budhara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras.Selain itu,terdapat beberapa
Etimologi rakyat lainnya.Misalkan kata Borobudur berasal dari ucapan “para Budha”yang
Karena  pergeseran bunyi menjadi Borobudur.Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari
Dua kata ”bara” dan ”beduhur”.Kata bara konon berasal dari kata vihara,sementara ada pula
Penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa  Sansekerta yang artinya kompleks candi/biara
Dan beduhur artinya ialah “tinggi”,atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti “di atas”.
Jadi, maksudnya adalah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.


Karmawibhangga
Sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi,relief yang menghiasi dinding batur yang telselubung
Tersebut menggambarkan hukum karma.Deretan relief tersebut bukan merupakan cerita
seri(serial),tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai korelasi sebab
akibat.Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai
dengan hukuman yang akan diperolehnya,tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala.
Secara keseluruhan ,merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir-hidup
-mati (samsara)yang tidak pernah berakhir,dan oleh agama Budha rantai tersebutlah yang akan
diakhiri untuk kesempurnaan.


Lalitavistara
Merupakan penggambaran riwayat Sang Budha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan
riwatyat yang lengkap) yang dimulai dari turunnya Sang Budha dari sorga Tusita,dan berakhir dengan
wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras.Relief ini berderet dari tangga pada sisi sebelah
selatan ,setelah melampui deretan relief sebanyak 27 pigura yang dimulai dari tangga sisi timur.Ke 27
pigura tersebut,menggambarkan kesibukan ,baik di sorga maupun di dunia,sebagai persiapan untuk
menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Bodhisattwa selaku calon Budha.Lahirnya Sang
\ Pangeran Siddhartha,putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapila     wastu.



Jataka dan Awadana
Jataka adalah cerita tentang Sang Budha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta.Isinya
Merupakan pokok penonjolan perbuatan baik,yang membedakan Sang Boddhisattwa dari
makhluk lain manapun juga.Sesungguhnya,pengumpulan jasa/perbuatan baik merupakan tahapan
persiapan dalam usaha menuju ke tingkat ke-Budha-an.

Sedangkan Awadana,pada dasarnya hampir sama dengan Jataka,akan tetapi pelakunya bukan
Sang Bodhisattwa,melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadan yang
Berarti perbuatan mulia kedewaan,dan kitab Awadanasataka atau seratus cerita Awadana.Pada
relief Candi Borobudur  Jataka dan Awadana,diperlakukan sama,artinya keduanya terdapat
dalam deretan yang sama tanpa dibedakan.Himpunan yang paling terkenal dari kehidupan Sang
Boddhisattwa adalah Jatakamala atau untaian cerita Jataka,karya penyair Aryasura dan jang
Hidup dalam abad ke-4 Masehi.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar