Domo-kun Cute Nanda Verafa Blog: Hewan Dan Tumbuhan Langka

Sabtu, 13 Oktober 2012

Hewan Dan Tumbuhan Langka


Hewan Dan Tumbuhan Langka
        Hewan dan tumbuhan yang hampir punah disebut hewan dan tumbuhan langka. Beberapa jenis hewan dan tumbuhan di bawah ini dilindungi agar tidak punah. Beberapa jenis masih cukup jumlahnya, tetapi jika tidak dilindungi dikhawatirkan akan terancam kelestariannya. Kita tentu tidak ingin jika hewan menjadi punah, seperti punahnya harimau jawa.
Langsung aja dilihat ..:D


a.   Burung Cendrawasih
       Burung Cendrawasih hidup di Irian Jaya (Papua).
 Karena bulunya yang amat indah, burung ini disebu-
t juga burung surga. Burung ini perlu dilindu-ngi dari 
para pemburu yang ingin menangkapnya untuk diko-
leksi atau dijual.

    







b.   Burung Jalak Bali
       Burung jalak ini hanya hidup di Bali. Bulunya putih
cantik dengan jambul di kepala yang cukup panjang. 
Matanya dikelilingi kulit yang berwarna biru. Ada seba-
gian bulu di sayap.

           
    
           





c.   Badak Bercula Satu
       Badak bercula satu hidup di Ujung Kulon, daerah
 di ujung barat Banten. Badak ini hanya mempunyai
 satu cula diatas hidungnya. Cula adalah kumpulan 
rambut yang menyatu dan mengeras.







d.   Harimau Sumatera
       Harimau Sumatera bertubuh lebih kecil dibanding
harimau sejenis di tempat lain. Harimau yang permukaan
 tubuhnya berwarna loreng ini hidup di hutan Sumatera.
 Jumlahnya tinggal sedikit akibat diburu manusia.






e.   Komodo
      Komodo tampak seperti kadal raksasa. Komodo
 hanya hidup di Pulau Komodo di wilayah Nusa Tenggara
 Timur. Hewan ini termasuk karnivora. Akan tetapi,
 biasanya hewan ini akan segera lari menghindar jika
 ada manusia mendekatinya. Hanya jika dia merasa
 akan keselamatannya terancam, komodo mampu
 menyerang balik dengan ganas.






f.    Panda
       Hewan lucu ini hidup di daratan Cina. Rambut
 di bagian kaki, tangan, telinga, dan seputar mata 
berwarna hitam. Sementara sisanya warna putih.
 Makanan panda adalah batang bambu yang masih 
muda.Saat ini, jumlah panda semakin sedikit. 
Selain itu, perkembangbiakan panda agak lambat.







g.    Gorila
        Gorila berasal dari kata Afrika. Seluruh rambut
 di tubunya berwarna hitam legam. Hewan ini memiliki
 wajah yang agak menyeramkan. Gorila hidup berkelo-
mpok sebagai keluarga besar. Kelestarian gorila terancam 
karena hutan-hutan Afrika semakin banyak dijelajahi manusia.







h.  Orang Utan
      Orang utan adalah sejenis kera berambut kemerahan.
 Wajahnya memelas dan dapat membuat iba orang yang
 melihatnya. Mungkin hal ini mendorong orang ingin meme-
lihara orang utan di rumah, padahal hewan ini termasuk
 hewan yang dilindungi. Saat ini, masyarakat umum 
tidak diperbolehkan memelihara lagi memeliharanya di 
rumah.
      Orang utan hidup di hutan-hutan Sumatera Dan 
Kaimantan. Walaupun semula jumlahnya cukup banyak,
 kini hewan ini, termasuk hewan yang dilindungi. Jumlah
 orang utan semakin berkurang karena perburuan liar dan 
menjadi korban kebakaran hutan.
      Orang utan termasuk binatang penyendiri. Mereka tidak
 hidup berkelompok. Kalaupun ada yang hidup bersama, 
hanyalah induk orang utan dan anaknya yang masih disusui.


Berbagai jenis hewan dilindungi agar tidak punah.



2. Tumbuhan Langka
            Berbagai jenis tumbuhan mulai sulit dijumpai saat ini. Beberapa tumbuhan hanya dapat hidup hidup subur di hutan. Ada pulatumbuhan buah yang semakin sulit kita temui walaupun belum termasuk tumbuhan langka. Mungkin karena rasanya kurang disukai, orang tidak tertarik menanamnya. Akibatnya, ada buah-buahan yang makin sulit kita lihat di pasaran.


a.   Bunga Bangkai Raksasa
      Saat sedang mekar, tinggi dapat mencapai 2 meter
 dan lebar mahkota bunga 1,5 meter. Bunga ini berwarna 
merah. Karena mengeluarkan bau busuk ketika mekar,
 maka bunga ini disebut Bunga Bangkai. Secara alami, 
bunga bangkai raksasa ini hidup di hutan – hutan Sumatera.
 Bunga ini termasuk tumbuhan langka dan dilindungi.











b.   Bunga Rafflesia
       Bunga Rafflesia juga berukuran raksasa dan berbau
 busuk. Ada berbagai jenis bunga Rafflesia yang hidup 
tersebar di hutan – hutan Sumatera dan sebagian Kalimantan.Ukurannya bervariasi dengan garis tengah bunga antara 
30 cm sampai 150 cm. Pada umumnya berwarna merah 
dengan bintik – bintik putih. Di dinding bagian dalam bunga
 terdapat rambut – rambut halus yang disebut Ramenta.
Bunga rafflesia dimanfaatkan sebagai bahan obat.



c.    Jamblang
       Orang Jawa sering menyebutnya dengan  Duwet.
Buahnya berkulit halus dengan warna buah ungu 
kehitaman. Berbentuk lonjong dengan panjang kira – kira
 satu ruas jari orang dewasa. Di beberapa daerah, buah
 ini mungkin masih banyak ditemukan. Akan tetapi, cukup 
sulit untuk ditemukan di pasaran luas. Mungkin karena 
rasanya kurang enak (agak getir), orang tidak tertarik 
untuk menanam buah ini. Jika tidak ada yang mau 
mengembangbiakkan, dikhawatirkan tumbuhan ini 
dapat menjadi langka. Padahal, tumbuhan ini diketahui
 dapat berkhasiat sebagai obat.



d.    Kesemek
        Orang sering menyebutnya sebagai buah genit
 karena  kulit buahnya tampak seperti memakai bedak.
 Bedak ini sebenarnya adalah kapur yang sengaja diberi
 oleh pedagang.Tujuannya untuk mengurangi rasa sepatnya.
 Kesemek yang sudah diberi kapur rasanya seperti kentang
 mentah yang manis. Bentuknya seperti apel
        Buah ini semakin sulit ditemukan di pasaran luas.
 Mungkin karena rasanya yang kurang enak dibandingkan 
dengan buah apel. Apalagi saat ini apel impor membanjiri 
pasaran buah Indonesia.
        Jika tidak ada yang tertarik untuk mengembangbiakkan,
 dikhawatirkan tumbuhan ini menjadi langka. Padahal, 
sepuluh tahun lalu buah kesemek masih cukup mudah 
ditemui di Jakarta.


e.    Cendana
        Cendana adalah pohon berbatang kayu yang 
tingginya dapat mencapai 15 meter. Kulit batangnya
 besar dan berwarna cokelat tua. Kayunya putih kekuningan.
 Jika kering, kayunya berbau harum. Kayu cendana banyak
 dimanfaatkan untuk bahan kerajinan. Selain tu, orang 
mengolahnya hingga menghasilkan minyak cendana yang
 harum. Cendana dahulu banyak tumbuh di Hutan Sumba,
 Timor, Sulawesi, dan Jawa Timur. Saat ini, Cendana merupakan
 tumbuhan langka.


Jika tidak dilestarikan, tumbuhan dapat menjadi langka dan akhirnya punah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar